Langsung ke konten utama

Postingan

MUTAWAKKILUN

Dikisahkan dalam kitab  Ihya’ ‘Ulum al-Diin  karya Imam Al-Ghazali, suatu ketika Khalifah Umar bin Khattab melihat sekelompok orang yang mengaku sebagai orang-orang yang bertawakal. Mereka (merasa) pasrah kepada Allah SWT tetapi mereka tidak melakukan suatu usaha apa-apa.  Lantas Khalifah Umar pun bertanya kepada mereka, “ Siapa kalian?” Mereka menjawab, “ Kami adalah mutawakkilun (orang-orang yang bertawakal). ” Khalifah Umar pun menyangkal, “ Bukan. Kalian adalah muta’akkilun (orang-orang yang menanti diberi makan). ”  Setelah dialog tersebut, Khalifah Umar pun menegur dan menasihati mereka, “ Janganlah salah seorang di antara kalian duduk dan tidak berusaha mencarai rezeki dengan berdoa, ‘Ya Allah, berilah kami rezeki.’ Kalian telah mengetahui bahwa langit tidak akan menurunkan hujan emas atau hujan perak. ”  Teguran Khalifah Umar terhadap orang-orang yang hanya pasrah tanpa berusaha itu mengandung hikmah bahwa  tawakal  itu beda arti dengan pasra...

Local Wisdom

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Di kalangan masyarakat Jawa, tembang macapat telah dikenal sejak pengaruh Islam berkembang di pesisir kian meluas. Hal itu diperkirakan terjadi pada  abad XV1 dan sampai saat ini masih tetap hidup. Tembang macapat merupakan genre sastra Jawa yang berbentuk puisi dan dipakai sebagai media pendidikan dalam kehidupan sehari hari masyarakat Jawa. Banyak tulisan para pujangga atau raja Jawa yang digubah dalam bentuk tembang macapat, seperti yang tersebut dalam Katalog Induk Naskah-naskah Nusantara Jilid I yang berisi naskah-naskah yang ada di Museum Sono Budoyo Yogyakarta (Behrend, 1990) antara lain yang berisi sejarah, silsilah, hukum, ajaran, primbon, adat-istiadat, sastra wayang, dan sebagainya. Sebagai salah satu hasil kebudayaan masyarakat Jawa, tembang macapat memiliki pengaruh yang sangat besar di dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa. Tembang itu begitu sederhana sehingga banyak orang Jawa dapat melantunkan tem...