Dikisahkan
dalam kitab Ihya’ ‘Ulum al-Diin karya Imam Al-Ghazali, suatu
ketika Khalifah Umar bin Khattab melihat sekelompok orang yang mengaku sebagai
orang-orang yang bertawakal. Mereka (merasa) pasrah kepada Allah SWT tetapi
mereka tidak melakukan suatu usaha apa-apa. Lantas Khalifah Umar pun bertanya kepada mereka, “Siapa kalian?”Mereka
menjawab, “Kami adalah mutawakkilun (orang-orang yang bertawakal).”
Khalifah Umar pun menyangkal, “Bukan. Kalian adalah muta’akkilun
(orang-orang yang menanti diberi makan).” Setelah dialog tersebut, Khalifah Umar pun menegur dan menasihati mereka, “Janganlah
salah seorang di antara kalian duduk dan tidak berusaha mencarai rezeki dengan
berdoa, ‘Ya Allah, berilah kami rezeki.’ Kalian telah mengetahui bahwa langit
tidak akan menurunkan hujan emas atau hujan perak.” Teguran Khalifah Umar terhadap orang-orang yang hanya pasrah tanpa berusaha itu
mengandung hikmah bahwa tawakal itu beda arti dengan pasrah.Orang-orang
yang bertawakal itu lebih dahulu mengusahakan dan mengupayakan apa yang mereka
inginkan. Setelah itu, mereka baru memasrahkan hasil dari usaha dan upaya itu
kepada Allah.Artinya,
berusaha dulu baru pasrah. Jika hasilnya sesuai dengan apa yang mereka
harapkan, maka mereka bersyukur. Akan tetapi, jika hasilnya tidak sesuai dengan
apa yang mereka harapkan, mereka tak berputus asa.Demikianlah
tawakal. Lain halnya dengan pasrah. Orang-orang yang pasrah tanpa disertai
usaha dan upaya itu merupakan orang-orang yang malas. Mereka mengira bahwa takdir itu bisa mereka gapai dengan sendirinya. Teologi
semacam inilah yang di waktu kemudian membentuk aliran Jabariyah. Mereka
merasa bahwa takdir Allah sudah tertulis.Jika
seseorang ditakdirkan untuk kaya, maka kaya tersebut akan datang dengan
sendirinya tanpa usaha apa-apa. Padahal, bukan seperti itu realitasnya. Allah SWT berfirman dalam surah al-Ra’d ayat 11,
Kesekian kalinya MTsN 1 Klaten Di Jeblog melaksanakan Asesment Akhir Semester (ASAS) Gasal tahun pelajaran 2025/2026 berbasis Android. Sebanyak 77 siswa telah siap mengikutinya. Untuk menghadapi pelaksanaan ASAS para siswa sudah diberikan pengarahan bagaimana cara menggunakan Android untuk mengerjakan soal soal Asesment. Pengarahan dilakukan untuk memberikan penjelasan langkah langkah mengerjakan soal soal Asesmen, juga dimaksudkan memberikan pembelajaran kepada siswa bahwa Android bisa difungsikan untuk hal hal yang bermanfaat dan positif. Asesment akan dilaksanakan selama satu pekan mulai tanggal 24 Nopember sampai dengan 29 Nopember. Para siswa akan dihadapkan dengan soal soal untuk mengukur kemampuan siswa dalam memahami pembelajaran selama satu semester. Selain digunakan sebagai pengukur kemampuan siswa juga digunakan untuk memperbaiki kekurangan kekurangan guru dalam memberikan pembelajaran selama satu semester. Maka kejujuran para siswa dalam mengerjakan soal soal as...
Komentar