Langsung ke konten utama

MUTAWAKKILUN


Dikisahkan dalam kitab Ihya’ ‘Ulum al-Diin karya Imam Al-Ghazali, suatu ketika Khalifah Umar bin Khattab melihat sekelompok orang yang mengaku sebagai orang-orang yang bertawakal. Mereka (merasa) pasrah kepada Allah SWT tetapi mereka tidak melakukan suatu usaha apa-apa. Lantas Khalifah Umar pun bertanya kepada mereka, “Siapa kalian?”Mereka menjawab, “Kami adalah mutawakkilun (orang-orang yang bertawakal).” Khalifah Umar pun menyangkal, “Bukan. Kalian adalah muta’akkilun (orang-orang yang menanti diberi makan).” Setelah dialog tersebut, Khalifah Umar pun menegur dan menasihati mereka, “Janganlah salah seorang di antara kalian duduk dan tidak berusaha mencarai rezeki dengan berdoa, ‘Ya Allah, berilah kami rezeki.’ Kalian telah mengetahui bahwa langit tidak akan menurunkan hujan emas atau hujan perak.” Teguran Khalifah Umar terhadap orang-orang yang hanya pasrah tanpa berusaha itu mengandung hikmah bahwa tawakal itu beda arti dengan pasrah.Orang-orang yang bertawakal itu lebih dahulu mengusahakan dan mengupayakan apa yang mereka inginkan. Setelah itu, mereka baru memasrahkan hasil dari usaha dan upaya itu kepada Allah.Artinya, berusaha dulu baru pasrah. Jika hasilnya sesuai dengan apa yang mereka harapkan, maka mereka bersyukur. Akan tetapi, jika hasilnya tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan, mereka tak berputus asa.Demikianlah tawakal. Lain halnya dengan pasrah. Orang-orang yang pasrah tanpa disertai usaha dan upaya itu merupakan orang-orang yang malas. Mereka mengira bahwa takdir itu bisa mereka gapai dengan sendirinya. Teologi semacam inilah yang di waktu kemudian membentuk aliran Jabariyah. Mereka merasa bahwa takdir Allah sudah tertulis.Jika seseorang ditakdirkan untuk kaya, maka kaya tersebut akan datang dengan sendirinya tanpa usaha apa-apa. Padahal, bukan seperti itu realitasnya. Allah SWT berfirman dalam surah al-Ra’d ayat 11,

"Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri."Nyatanya, Khalifah Umar menegur mereka yang hanya pasrah tanpa berusaha. Itu bukan tawakal, melainkan ta’akkal (menanti diberi makan).  Jika hanya menanti yang memberi makan dan tidak berusaha, lantas bagaimana kehidupan ini? Allah SWT senantiasa menepati sunatullah sebagai patokan umat manusia.Maksudnya, kita tidak akan berjalan jika kita hanya duduk dan enggan bangun. Tawakal itu bukan pasrah, melainkan ikhtiar pada prosesnya dan pasrah pada hasilnya. Sudah menjadi keharusan bagi umat Islam untuk bekerja keras dan giat guna mencari ma’isyah. Islam tidak menganjurkan hidup dengan menekuni kerahiban, yang menjauhi dunia secara total dan enggan untuk bekerja.Allah SWT berfirman di dalam QS. Al-Jumu’ah ayat 10:  “apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. Islam justru mengajarkan keseimbangan, bekerja untuk kebutuhan duniawi dan bekerja untuk mendukung kebutuhan ukhrawi selain totalitas beribadah yang memang untuk kepentingan ukhrawi semata. Wallahu a’lam.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

MTsN 1 Klaten Di Jeblog mengadakan Asesment berbasis ANDROID

  Kesekian kalinya MTsN 1 Klaten Di Jeblog melaksanakan Asesment Akhir Semester (ASAS) Gasal tahun pelajaran 2025/2026 berbasis Android. Sebanyak 77 siswa telah siap mengikutinya. Untuk menghadapi pelaksanaan ASAS para siswa sudah diberikan pengarahan bagaimana cara menggunakan Android untuk mengerjakan soal soal Asesment. Pengarahan dilakukan untuk memberikan  penjelasan langkah langkah mengerjakan soal soal Asesmen, juga dimaksudkan memberikan pembelajaran kepada siswa bahwa Android bisa difungsikan untuk hal hal yang bermanfaat dan positif. Asesment akan dilaksanakan selama satu pekan mulai tanggal 24 Nopember sampai dengan 29 Nopember. Para siswa akan dihadapkan dengan soal soal untuk mengukur kemampuan siswa dalam memahami pembelajaran selama satu semester. Selain digunakan sebagai pengukur kemampuan siswa juga digunakan untuk memperbaiki kekurangan kekurangan guru dalam memberikan pembelajaran selama satu semester. Maka kejujuran para siswa dalam mengerjakan soal soal as...

MTsN 1 KLATEN DI JEBLOG mengadakan Parenting

  Parenting atau parental meeting adalah pertemuan antara orang tua dan guru mensinergikan dalam membimbing dan mendidik anak. Bersekolah bukan hanya menerima pelajaran akan tetapi juga menerima bimbingan. Maka diperlukan kerjasama bahu membahu antara orang tua dan guru. Pada kesempatan ini, MTsN Jeblog mengundang motivator dan juga merupakan Guru MTsN Jeblog Sugeng Narwanto, S.Pd.,CH., CHt., C.STMI. Dalam sambutannya, Muhammad Amirudin, S.Ag.,M.Pd. selaku penanggung jawab kegiatan menyampaikan bahwa dalam membimbing dan mendidik anak itu harus dengan ilmu. Kesuksesan akan terwujud dengan ilmu. Jika ingin bahagia di dunia dan di akherat maka baginya Ilmu. Demikian juga yang disampaikan bapak Agus Suyatno selaku ketua komite, dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa sikap tegas guru dibutuhkan dalam membimbing anak. Kegiatan berjalan dengan penuh semangat, peserta kegiatan antusias mengikutinya hingga selesai.

MTsN 1 Klaten Di JEBLOG Melatih Keterampilan Siswa Bersama SMK

  Membekali anak dengan keterampilan sangat penting dilakukan sejak dini. Mereka nantinya akan berhadapan dengan tanggung jawab dalam menghidupi dirinya dan keluarganya. Maka dibutuhkanlah keterampilan. MTsN 1 Klaten di Jeblog bersama-sama SMK Muhammadiyah Delanggu membekali keterampilan di bidang otomotif, farmasi, dan multimedia.