Langsung ke konten utama

DARURAT BELAJAR

 


Enam bulan lebih kira-kira anak anak kita jauh dari belajar di sekolah/madrasah. Pandemi Covid19 melanda negeri ini tanpa pandang bulu. Sekolah yang tadinya ramai oleh anak anak yang sedang belajar, guru yang sedang memberikan pelajaran menjadi sunyi. Pagi hari biasa anak anak bertadarus Al-Qur'an, bersahutan dari dalam ruang kelas tampak tidak terdengar lagi. Asmaul Husna sebagai pembuka belajar dihafalkan anak anak begitu menyentuh kalbu bagi yang mendengar dan memperhatikannya, selalu mengingatkan akan kebesaran dan kemahakuasaan ilahi. Shalat Dhuha sebagai pelajaran ibadah begitu berharga dikerjakan awal waktu belajar tak akan terlupakan hingga mereka menjadi dewasa dan membutuhkan kedekatan dengan Rabbi. Semua menjadi sunyi tak tampak lagi di pagi hari. Lingkungan belajar sangat membutuhkan suara anak anak mengaji untuk mengisi setiap jiwa penduduk sekitar yang kering akan siraman rohani.


Pandemi telah merubah itu semua. Sepertiga waktu belajar, mereka berlari keluar ruangan menghampiri panggilan suara tat tet tot penajaja makanan yang sedang mengais rejeki. Berjajar menunggu malaikat Mikail utusan Allah membagikan rejeki dengan adil. Tampak sibuk dan ceria muka para penjaja makanan itu tak terlihat saat ini. Sirna tinggal angan yang tampak dalam kenangan.

Pandemi telah merubah itu semua. Kembali anak anak sekolah itu ke dalam kelas segera setelah mendengar suara lantang dari dalam kelas tanda belajar dimulai. Suara anak anak mengikuti pelajaran, berdiskusi, bertanya, menyampaikan pendapat, berdemonstrasi bersahutan dengan guru pembimbingnya. Seolah olah seperti tentara siap tempur menghadapi dunia masa depan mereka, yang jauh berbeda dengan dunia yang mereka alami sekarang.

Pandemi telah mengakhiri itu semua. Tiga perempat waktu kembali mereka keluar ruangan bergantianengambil air untuk berwudlu. Panggilan untuk menghadap Allah terdengar dan mengetuk hati mereka untuk segera mendekat. Sadar sepenuhnya bahwa Allah yang maha berilmu. Menengadahkan tangan agar diberi sedikit ilmu dunia dan akhirat sebagai bekal. Sembari saling mengingatkan secara bergantian memberikan nasehat nasehat kebaikan di antara mereka.

Pandemi telah merubah itu semua. Kembali mereka di keluarga dan lingkungan mereka. Kebiasaan dan pembiasaan baik itu masihkan diteruskan? Orang tua dan masyarakat sibuk dengan urusan hidupnya. Anak anak kembali sendiri ditemani berbagai bentuk permainan untuk tidak menjemukan. Di saat seperti ini masih ada kepedulian warga desa yang mengajak anak anak untuk mengulang kembali bacaan mereka sungguh luar biasa. Sangatlah bersyukur bisa mengajak mereka berkumpul jauh dari permainan yang kurang bermanfaat menjadi dekat dengan bacaan, dekat dengan buku-buku syarat dengan nilai nilai kehidupan. Kisah kisah teladan dari para Nabi dan Rasul, para pendahulu negeri dan kisah kisah inspiratif lainnya dikembangkan di kelompok ini. Semoga sedikit tindakan itu bermanfaat bagi diri mereka mengisi kekosongan waktu untuk hal yang bermanfaat.


Ditulis oleh Muhammad Amirudin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MTsN 1 Klaten Di Jeblog mengadakan Asesment berbasis ANDROID

  Kesekian kalinya MTsN 1 Klaten Di Jeblog melaksanakan Asesment Akhir Semester (ASAS) Gasal tahun pelajaran 2025/2026 berbasis Android. Sebanyak 77 siswa telah siap mengikutinya. Untuk menghadapi pelaksanaan ASAS para siswa sudah diberikan pengarahan bagaimana cara menggunakan Android untuk mengerjakan soal soal Asesment. Pengarahan dilakukan untuk memberikan  penjelasan langkah langkah mengerjakan soal soal Asesmen, juga dimaksudkan memberikan pembelajaran kepada siswa bahwa Android bisa difungsikan untuk hal hal yang bermanfaat dan positif. Asesment akan dilaksanakan selama satu pekan mulai tanggal 24 Nopember sampai dengan 29 Nopember. Para siswa akan dihadapkan dengan soal soal untuk mengukur kemampuan siswa dalam memahami pembelajaran selama satu semester. Selain digunakan sebagai pengukur kemampuan siswa juga digunakan untuk memperbaiki kekurangan kekurangan guru dalam memberikan pembelajaran selama satu semester. Maka kejujuran para siswa dalam mengerjakan soal soal as...

MTsN 1 KLATEN DI JEBLOG mengadakan Parenting

  Parenting atau parental meeting adalah pertemuan antara orang tua dan guru mensinergikan dalam membimbing dan mendidik anak. Bersekolah bukan hanya menerima pelajaran akan tetapi juga menerima bimbingan. Maka diperlukan kerjasama bahu membahu antara orang tua dan guru. Pada kesempatan ini, MTsN Jeblog mengundang motivator dan juga merupakan Guru MTsN Jeblog Sugeng Narwanto, S.Pd.,CH., CHt., C.STMI. Dalam sambutannya, Muhammad Amirudin, S.Ag.,M.Pd. selaku penanggung jawab kegiatan menyampaikan bahwa dalam membimbing dan mendidik anak itu harus dengan ilmu. Kesuksesan akan terwujud dengan ilmu. Jika ingin bahagia di dunia dan di akherat maka baginya Ilmu. Demikian juga yang disampaikan bapak Agus Suyatno selaku ketua komite, dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa sikap tegas guru dibutuhkan dalam membimbing anak. Kegiatan berjalan dengan penuh semangat, peserta kegiatan antusias mengikutinya hingga selesai.

MTsN 1 Klaten Di JEBLOG Melatih Keterampilan Siswa Bersama SMK

  Membekali anak dengan keterampilan sangat penting dilakukan sejak dini. Mereka nantinya akan berhadapan dengan tanggung jawab dalam menghidupi dirinya dan keluarganya. Maka dibutuhkanlah keterampilan. MTsN 1 Klaten di Jeblog bersama-sama SMK Muhammadiyah Delanggu membekali keterampilan di bidang otomotif, farmasi, dan multimedia.