Langsung ke konten utama

DEMOKRASI DI TINGKAT DESA (1)

Demokrasi merupakan bentuk pemerintahan dimana semua warga negaranya memiliki hak yang sama dalam mengambil keputusan dalam merubah hidup mereka. Demokrasi mengizinkan warga negaranya berpartisipasi baik secara langsung maupun tidak langsung dalam perumusan, pengembangan, pembuatan hukum (Wikipedia).

Demokrasi dalam Islam sering disebut dengan istilah al-'adalah, al-syura, al-amanah, al-masuliyyah dan al-hurriyah.Realitas demokrasi di atas pernah diterapkan di jaman Rasulullah SAW dan khulafaur rasyidin. Tetapi sepeninggal beliau tidak lagi menerapkan pola demokrasi yang diterapkan. Kebanyakan negara Islam menggunakan pola demokrasi dari Barat. Nilai nilai yang terkandung dalam demokrasi menjadi berbeda. Demokrasi yang diterapkan sekarang membuka peluang menggunakan berbagai cara untuk meraih suara terbanyak. Suara yang terbanyak itulah menjadi pemenang dan berkuasa.

Polarisasi nilai demokrasi mengakibatkan disvalue (gagal nilai) yang diajarkan Islam. Propaganda yang syarat dengan fitnah dan kebohongan menjadikan sebagian individu kontestan maupun partisipan jauh dari perintah berbuat baik. Walaupun masih ada mutiara ditengah-tengah kegelapan demokrasi tingkat Desa. Mencoba membawa nilai Islam di tengah-tengah gelapnya nilai menjadi alternatif.

Beruntunglah bagi mereka yang membawa nilai Islam tersebut. Kejujuran yang jauh dari kebohongan, bersahabat yang jauh dari memfitnah, dan keikhlasan yang jauh dari harapan dan pujian duniawi. Semua perjuangannya hanya untuk memperoleh ridha Allah. Jauh dari kepentingan pribadi dan golongan. Rela mengorbankan harta dan jiwanya demi kebaikan bersama.

 

 

.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MTsN 1 KLATEN DI JEBLOG mengadakan Parenting

  Parenting atau parental meeting adalah pertemuan antara orang tua dan guru mensinergikan dalam membimbing dan mendidik anak. Bersekolah bukan hanya menerima pelajaran akan tetapi juga menerima bimbingan. Maka diperlukan kerjasama bahu membahu antara orang tua dan guru. Pada kesempatan ini, MTsN Jeblog mengundang motivator dan juga merupakan Guru MTsN Jeblog Sugeng Narwanto, S.Pd.,CH., CHt., C.STMI. Dalam sambutannya, Muhammad Amirudin, S.Ag.,M.Pd. selaku penanggung jawab kegiatan menyampaikan bahwa dalam membimbing dan mendidik anak itu harus dengan ilmu. Kesuksesan akan terwujud dengan ilmu. Jika ingin bahagia di dunia dan di akherat maka baginya Ilmu. Demikian juga yang disampaikan bapak Agus Suyatno selaku ketua komite, dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa sikap tegas guru dibutuhkan dalam membimbing anak. Kegiatan berjalan dengan penuh semangat, peserta kegiatan antusias mengikutinya hingga selesai.

MTsN 1 Klaten Di JEBLOG Melatih Keterampilan Siswa Bersama SMK

  Membekali anak dengan keterampilan sangat penting dilakukan sejak dini. Mereka nantinya akan berhadapan dengan tanggung jawab dalam menghidupi dirinya dan keluarganya. Maka dibutuhkanlah keterampilan. MTsN 1 Klaten di Jeblog bersama-sama SMK Muhammadiyah Delanggu membekali keterampilan di bidang otomotif, farmasi, dan multimedia.

KUNJUNGAN KAKANKEMENAG KAB.KLATEN DI MTS JEBLOG KARANGANOM

  MTs Jeblog mendapatkan kunjungan dari bapak Ka.KANKEMENAG kab.Klaten. Kunjungan tersebut sebagai bentuk perhatian terhadap Madrasah yang berada di wilayah kerjanya. Ka.Kankemenag, Bapak Khumaidin didampingi bapak Agus Widakdo selaku Kasi Penmad kab.Klaten memberikan beberapa arahan agar Madrasah tetap eksis dan maju. Peran Madrasah dalam pembangunan moral dan mental sangat dibutuhkan di tengah-tengah masyarakat dewasa ini. MTs Jeblog bukan hanya mengajarkan ilmu supaya anak didiknua cerdas, tetapi juga memberikan ketrampilan dan keselamatan yang baik. Hal ini tertuang pada motto Madrasah, cerdas, terampil dan berakhlak mulia. Bapak Kasi Penmad juga berpesan agar anak-anak Madrasah mampu bersaing dengan siswa lain di luar Madrasah. Diikutkan di berbagai jenis olimpiade. Selagi MTs Jeblog diberikan ruang dan kesempatan untuk mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut pasti akan mampu dan bisa bersaing.  Lantas siapa yang akan memberikan ruang dan kesempatan itu? Tentunya para pengem...