Langsung ke konten utama

Belajar dari HABIBIE

SAAT KEMATIAN ITU KIAN DEKAT.
KALAULAH SEMPAT ? Renungan utk kita semua !!!!
--------------------( by BJ Habibie ketika berpidato di Kairo, beliau berpesan "Saya diberikan kenikmatan oleh Allah ilmu technology sehingga saya bisa membuat pesawat terbang, tapi sekarang saya tahu bahwa ilmu agama itu lebih bermanfaat untuk umat .Kalo saya disuruh memilih antara keduanya maka saya akan memilih ilmu Agama." )
Sepi penghuni...
Istri sudah meninggal... 
Tangan menggigil karena lemah...
Penyakit menggerogoti sejak lama...
Duduk tak enak, berjalan pun tak nyaman... Untunglah seorang kerabat jauh mau tinggal bersama menemani beserta seorang pembantu...
Tiga anak, semuanya sukses... berpendidikan tinggi sampai ke luar negeri...
» Ada yang sekarang berkarir di luar negeri... »
Ada yang bekerja di perusahaan asing dengan posisi tinggi... »
Dan ada pula yang jadi pengusaha ...
Soal Ekonomi, saya angkat dua jempol » semuanya kaya raya...
Namun....
Saat tua seperti ini dia "merasa hampa", ada "pilu mendesak" disudut hatinya..
Tidur tak nyaman...
Dia berjalan memandangi foto-foto masa lalunya ketika masih perkasa & enegik yg penuh kenangan
Di rumah yang besar dia merasa kesepian, tiada suara anak, cucu, hanya detak jam dinding yang berbunyi teratur...
Punggungnya terasa sakit, sesekali air liurnya keluar dari mulutnya....
Dari sudut mata ada air yang menetes.. rindu dikunjungi anak-anak nya
Tapi semua anak nya sibuk dan tinggal jauh di kota atau negara lain...
Ingin pergi ke tempat ibadah namun badan tak mampu berjalan....
Sudah terlanjur melemah...
Begitu lama waktu ini bergerak, tatapannya hampa, jiwanya kosong, hanya gelisah yang menyeruak...
sepanjang waktu .... 
Laki-laki renta itu, barangkali adalah Saya... atau barangkali adalah Anda yang membaca tulisan ini suatu saat nanti_
Hanya menunggu sesuatu yg tak pasti...
yang pasti hanyalah KEMATIAN.
Rumah besar tak mampu lagi menyenangkan hatinya..._
Anak sukses tak mampu lagi menyejukkan rumah mewahnya yang ber AC...
Cucu-cucu yang hanya seperti orang asing bila datang..._
Asset-asset produktif yang terus menghasilkan, entah untuk siapa .?
Kira-kira jika malaikat "datang menjemput", akan seperti apakah kematian nya nanti.
Siapa yang akan memandikan ?
Dimana akan dikuburkan ??
Sempatkah anak kesayangan dan menjadi kebanggaannya datang mengurus jenazah dan menguburkan?
Apa amal yang akan dibawa ke akhirat nanti?
Rumah akan di tinggal, asset juga akan di tinggal pula...
Anak-anak entah apakah akan ingat berdoa untuk kita atau tidak ???
Sedang ibadah mereka sendiri saja belum tentu dikerjakan ???
Apa lagi jika anak tak sempat dididik sesuai tuntunan agama???  Ilmu agama hanya sebagai sisipan saja..._
"Kalau lah sempat" menyumbang yang cukup berarti di tempat ibadah, Rumah Yatim, Panti Asuhan atau ke tempat-tempat di jalan Allah yang lainnya...
"Kalau lah sempat" dahulu membeli sayur dan melebihkan uang pada nenek tua yang selalu datang...... 
"Kalau lah sempat" memberikan sandal untuk disumbangkan ke tempat ibadah agar dipakai oleh orang yang memerlukan..... 
"Kalau lah sempat" membelikan buah buat tetangga, kenalan, kerabat, dan handai taulan...
Kalau lah kita tidak kikir kepada sesama, mungkin itu semua akan menjadi "Amal Penolong" nya ...
Kalaulah dahulu anak disiapkan menjadi 'Orang yang shaleh', dan 'Ilmu Agama' nya lebih diutamakan
Ibadah sedekahnya di bimbing/diajarkan & diperhatikan, maka mungkin senantiasa akan 'Terbangun Malam', 'meneteskan air mata' mendoakan orang tuanya.
Kalaulah sempat membagi ilmu dengan ikhlas pada orang sehingga bermanfaat bagi sesama...
"KALAULAH SEMPAT"
Mengapa kalau sempat ?
Mengapa itu semua tidak jadi perhatian utama kita ?  Sungguh kita tidak adil pada diri sendiri.  Kenapa kita tidak lebih serius?
Menyiapkan 'bekal' untuk menghadap-Nya dan 'Mempertanggung Jawabkan kepadaNya?
Jangan terbuai dengan 'Kehidupan Dunia' yang  bisa  melalaikan.....
Kita boleh saja giat berusaha di dunia....tapi jadikan itu untuk bekal kita pada perjalanan panjang & kekal di akhir hidup kita.
( bagi yang  menyebarkan catatan ini semoga menjadi sodaqoh ilmu & ladang amal Shaleh)_
Teruslah menjadi  "si penabur  kebajikan" selama hayat masih dikandung badan meski hanya sepotong pesan.
Semoga Bermanfaat...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MTsN 1 KLATEN DI JEBLOG mengadakan Parenting

  Parenting atau parental meeting adalah pertemuan antara orang tua dan guru mensinergikan dalam membimbing dan mendidik anak. Bersekolah bukan hanya menerima pelajaran akan tetapi juga menerima bimbingan. Maka diperlukan kerjasama bahu membahu antara orang tua dan guru. Pada kesempatan ini, MTsN Jeblog mengundang motivator dan juga merupakan Guru MTsN Jeblog Sugeng Narwanto, S.Pd.,CH., CHt., C.STMI. Dalam sambutannya, Muhammad Amirudin, S.Ag.,M.Pd. selaku penanggung jawab kegiatan menyampaikan bahwa dalam membimbing dan mendidik anak itu harus dengan ilmu. Kesuksesan akan terwujud dengan ilmu. Jika ingin bahagia di dunia dan di akherat maka baginya Ilmu. Demikian juga yang disampaikan bapak Agus Suyatno selaku ketua komite, dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa sikap tegas guru dibutuhkan dalam membimbing anak. Kegiatan berjalan dengan penuh semangat, peserta kegiatan antusias mengikutinya hingga selesai.

MTsN 1 Klaten Di JEBLOG Melatih Keterampilan Siswa Bersama SMK

  Membekali anak dengan keterampilan sangat penting dilakukan sejak dini. Mereka nantinya akan berhadapan dengan tanggung jawab dalam menghidupi dirinya dan keluarganya. Maka dibutuhkanlah keterampilan. MTsN 1 Klaten di Jeblog bersama-sama SMK Muhammadiyah Delanggu membekali keterampilan di bidang otomotif, farmasi, dan multimedia.

KUNJUNGAN KAKANKEMENAG KAB.KLATEN DI MTS JEBLOG KARANGANOM

  MTs Jeblog mendapatkan kunjungan dari bapak Ka.KANKEMENAG kab.Klaten. Kunjungan tersebut sebagai bentuk perhatian terhadap Madrasah yang berada di wilayah kerjanya. Ka.Kankemenag, Bapak Khumaidin didampingi bapak Agus Widakdo selaku Kasi Penmad kab.Klaten memberikan beberapa arahan agar Madrasah tetap eksis dan maju. Peran Madrasah dalam pembangunan moral dan mental sangat dibutuhkan di tengah-tengah masyarakat dewasa ini. MTs Jeblog bukan hanya mengajarkan ilmu supaya anak didiknua cerdas, tetapi juga memberikan ketrampilan dan keselamatan yang baik. Hal ini tertuang pada motto Madrasah, cerdas, terampil dan berakhlak mulia. Bapak Kasi Penmad juga berpesan agar anak-anak Madrasah mampu bersaing dengan siswa lain di luar Madrasah. Diikutkan di berbagai jenis olimpiade. Selagi MTs Jeblog diberikan ruang dan kesempatan untuk mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut pasti akan mampu dan bisa bersaing.  Lantas siapa yang akan memberikan ruang dan kesempatan itu? Tentunya para pengem...