Langsung ke konten utama

MEMULAI USAHA PEMBESARAN IKAN LELE


Image resultA. Pendahuluan      
 Indonesia dikenal sebagai negara bahari dan kepulauan terbesar di dunia, dengan luas perairan laut sekitar 5,8 juta kilometer persegi (75 persen dari total wilayah Indonesia) yang terdiri dari 0,3 juta km² perairan laut teritorial; 2,8 juta km² perairan laut Nusantara; dan 2,7 juta km² laut Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia. Sedangkan luas wilayah daratan adalah 1,9 juta km² (25 persen dari total wilayah Indonesia). Sementara itu, di dalam wilayah daratan tersebut terdapat perairan umum (sungai, rawa, dan waduk) seluas 54 juta ha atau 0,54 juta km² (27 persen dari total wilayah daratan Indonesia) (Bank Indonesia).
       Pembangunan bangsa di segala bidang akan berlangsung terus menerus sejalan dengan perkembangan dan kemajuan zaman. Menghadapi perkembangan dan kemajuan jaman dibutuhkan jiwa inovatif. Selain itu juga dipersiapkan jiwa yang tahan uji, siap menghadapi tantangan dan segala resiko. Sebagaimana dijelaskan Rohmat (2016: 22) manusia yang mempunyai semangat juang dengan percaya diri, ketidaktergantungan, berorientasi pada tugas dan hasil, inisiatif, energik tekad kerja keras adalah manusia yang mempunyai wawasan kewirausahaan serta tahan uji.
       Dengan demikian sumber daya manusia wirausaha menjadi jati diri bangsa. Membangun bangsa sesuai dengan perkembangan zaman. Menjadikan warga negara bangsa yang tidak cengeng, senang bekerja keras, tidak suka menggantungkan hidupnya pada orang lain/bangsa lain. Perlu digali potensi yang telah dimiliki oleh manusia untuk memenuhi panggilan tugas dalam kehidupan.
       Tugas manusia dalam kehidupan ini adalah mengelola bumi dengan sebaik-baiknya. Manifestasi manusia selaku khalifah (pemelihara) sekaligus pengambil manfaat di bumi. Allah SWT menjadikan bumi dengan segala isinya untuk kebutuhan hidup manusia. Diantara kebutuhan hidup manusia yang sangat urgen adalah sehat dan sejahtera. Manusia memiliki potensi hidup sehat dan sejahtera dengan produktifitas yang tinggi (Rohmat, 2015).
       Kehidupan Rasulullah SAW sebelum menjadi Nabi, sungguh tepat untuk dijadikan teladan. Beliau merupakan seorang pedagang dengan kombinasi semangat kejujuran dan keadilan. Sifat-sifat beliau menggambarkan kejujuran dalam segala hal. Bekal sifat-sifat beliau membangun kewirausahaannya (Rohmat, 2015:3). Demikian pula para sahabat-sahabat beliau yang selalu setia mendampinginya dalam berdakwah. Seperti Usman bin Affan seorang saudagar kaya dan dermawan. Menggambarkan manusia yang tak kenal lelah membangun kewirausahaan dengan dasar-dasar manajemen kewirausahaan yang kuat dan kokoh.
       Kekuatan berwirausaha yang ditunjukkan Rasulullah beserta sahabatnya jarang didapatkan di Negeri dan dunia saat ini. Nilai yang dimaksud adalah (1) kejujuran. Yang berarti tidak ada kontradiksi dalam pikiran, kata dan tindakan. Kejujuran membuat integritas hidup, karena apa yang ada di dalam dan diluar diri adalah cermin jiwa, (2) kedamaian. Adalah keheningan batin yang dipenuhi dengan kekuatan kebenaran. Kedamaian merupakan keadaaan pikiran yang tenang dan santai. Kedamaian adalah karakter utama manusia beradab, (3) penghargaan. Penghargaan adalah sesuatu yang diberikan kepada perorangan atau kelompok ikan mereka melakukan suatu keunggulan di bidang tertentu, (4) kasih sayang. Kasih sayang adalah dasar yang membentuk dan memelihara hubungan antar manusia secara mendalam dan bermartabat, (5) toleransi. Toleransi adalah terbuka dan reseptif pada indahnya perbedaan, (6) kerendahan hati. Seorang yang memiliki kerendahan hati akan berusaha untuk mendengarkan dan menerima orang lai, (7) kerjasama. Kerjasama terjada disaat orang bersinergi untuk mencapai tujuan bersama, (8) kebahagiaan. Kebahagiaan adalah suatu keadaan atau perasaan yang ditandai dengan kesenangan, (9) kesederhanaan. Kesederhanaan adalah menghargai hal kecil dalam hidup, (10) kebebasan. Bebas dari kebimbanga dan kerumitan dalam pikiran, intelek dan hati, yang timbul dari negativitas, (11) persatuan. Keharmonisan dan  diantara berbagai individu dalam satu kelompok, (12) tanggung jawab. Melakukan tugas dan kewajiban dengan sebaik-baiknya (Rohmat, 2015: 20-34).
       Untuk mendapatkan kehidupan yang demikian manusia membutuhkan makanan yang bergizi. Makanan bergizi dapat diperoleh dari berbagai sumber, salah satunya adalah ikan lele.
       Saat ini banyak sekali tumbuh usaha-usaha kuliner baik rumah makan maupun katering, usaha kuliner saat ini memang menjadi peluang bisnis yang menjanjikan, di karenakan tuntutan seseorang akan kesibukan pekerjaan atau kegiatan-kegiatan lainnya yang menuntut seseorang harus totalitas dalam bidangnya tersebut. Hal ini membuat sesorang menjadi tidak punya waktu untuk menyiapkan hidangannya tersendiri. Dan dengan menjamurnya usaha-usaha kuliner tersebut memberikan dampak positif juga terhadap bidang usaha lainnya, terutama bidang usaha yang bergerak dalam usaha budidaya ikan air tawar. Dan saya akan mencoba melihat prospek kedepan dalam bisnis budidaya ikan air tawar ini, terutama jenis ikan lele.
       Ikan lele merupakan salah satu maknan favorit masyarakat Indonesia, hampir di semua rumah makan baik besar ataupun kecil selalu ada menu ikan lele, karena rasanya yang cocok dengan selera masyarakat Indonesia.Terlihat bahwa bisnis ternak ikan lele ini menjadikan bisnis yang mempunyai prospek ke depan yang bagus. Dengan permintaan ikan lele yang selalu tinggi bisnis ini sungguh menjadi peluang bisnis yang sangat menjanjikan   
      Permintaan konsumen terhadap ikan lele semakin meningkat di berbagai daerah. Budidaya ikan konsumsi ini sangat potensial dan prospek pengembangannya sangat bermanfaat untuk meningkatkan protein yang dibutuhkan masyarakat. Dalam usaha budidaya ikan lele, perlu dilakukan secara intensif dan profesional baik mulai dari pemilihan bibit, pembesaran dan sampai ikan siap dipasarkan. Dimana ketiga hal ini merupakan mata rantai yang saling berhubungan, namun bisa berdiri sendiri apabila diusahakan.
       Usaha budidaya ikan lele merupakan usaha yang mudah dijalankan, dalam merencanakan bisnis budidaya ikan lele. Lele disukai konsumen karena berdaging lunak, sedikit tulang, tidak berduri, dan murah. Dari sisi budidaya, lele relatif tidak memerlukan banyak perawatan dan memiliki masa tunggu panen yang singkat.
       Peluang usaha budidaya ikan lele merupakan salah satu peluang usaha yang cukup diperhitungkan saat ini. Apabila perhatikan banyak terdapat penjual pecel lele yang memerlukan pasokan ikan lele setiap harinya, hal inilah yang membuat permintaan ikan tersebut menjadi semakin tinggi di pasaran dan membuka potensi peluang bisnis yang cukup menjanjikan.
       Ternak ikan lele relatif lebih mudah apabila dibandingkan dengan ikan air tawar lainnya seperti ikan mas atau mujair karena lebih tahan terhadap penyakit maupun kondisi lingkungan. Dalam usaha ternak atau budidaya lele semakin menginspirasi banyak orang untuk ikut terjun dan berharap meraih kesuksesan dalam usaha ini.
       Ditambah lagi dengan semakin banyaknya informasi dari beberapa media tentang peluang usaha budi daya ikan lele yang semakin menjanjikan karena pasarnya yang luas dan permintaan akan ikan lele yang terus meningkat, bahkan belakangan ini telah ramai dibicarakan bahwa ikan lele akan ikut andil dalam komoditi ekspor, dikarenakan ada beberapa negara yang memang sangat membutuhkan pasokan ikan lele.
       Untuk itu kami memilih memulai usaha pembesaran ikan lele, walaupun masih sangat terbatas ilmu, pengalaman dan modal usaha.
B. Rumusan Masalah
       Setelah melakukan uraian pada latar belakang permasalahan, dapat dirumuskan permasalahannya sebagai berikut:
1.  Bagaimana proses pembesaran ikan lele ?
2.  Bagaimana pangsa pasar ikan lele ?
3.  Bagaimana perkiraan cash in pembesaran ikan lele ?

C. Proses Pembesaran Ikan lele
       Ikan lele mempunyai sifat aktif pada malam hari (noctural). Hal ini berarti bahwa ikan lele akan lebih aktif jika diberi makan pada malam hari. Pemberian pakan yang tepat, baik frekuensi ataupun jumlahnya akan lebih mengefisienkan biaya yang diperlukan. Dengan memahami sifat biologi ikan tersebut, maka pada akhirnya hanya budidaya yang paling efisien yang akan bertahan dalam persaingan. Ikan lele termasuk dalam golongan ikan karnivora atau pemakan
daging. Jenis, ukuran dan jumlah pakan yang diberikan tergantung ukuran dan lele yang dipelihara.
       Ada dua jenis pakan ikan lele, yaitu pakan alami dan pakan buatan. Disamping itu dapat pula diberikan pakan alternatif. Pakan alami ikan lele adalah jasad-jasad renik, kutu air, cacing, jentik-jentik serangga dan sebagainya. Pakan alternatif yang biasa diberikan adalah ikan rucah atau ikan-ikan hasil tangkapan dari laut yang sudah tidak layak dikomsumsi oleh manusia, limbah peternakan ayam, daging bekicot/keong mas dan sisa-sisa dapur rumah tangga.
       Yang perlu dicermati dalam pemberian pakan alternatif ini adalah bahwa pakan tersebut merupakan reservoir parasit/mikro organisme, sehingga pemanfaatan makanan tersebut akan melengkapi siklus hidup beberapa parasit ikan. Oleh karena itu pemberian pakan alternatif, terutama yang sudah jelek kualitasnya/busuk sejauh mungkin dihindari. Higienisnya pakan, cara pemberian dan penyimpanannya perlu diperhatikan benar agar transmisi parasit dan penyakit tidak terjadi pada hewan budidaya.
       Dengan melihat kejelekan yang ada pada pakan alternatif/tambahan, maka seyogyanya ikan lele diberikan pakan buatan yang memenuhi persyaratan, baik nutrisinya maupun jumlahnya. Walaupun banyak nilai kebaikan dari pakan buatan, harus diperhatikan pula dari segi fi nansialnya, karena sekitar 60–65 persen biaya produksi adalah biaya untuk pembiayaan pakan.
       Ada 3 (tiga) faktor penting yang harus diperhaitkan dalam usaha pembesaran, yaitu: kualitas benih, kualitas pakan yang diberikan dan kualitas airnya itu sendiri.
a) Kualitas benih
Benih yang baik berasal dari induk yang baik pula, karena itu sebaiknya benih dibeli dari tempat pembenihan yang dapat dipercaya atau yang telah mendapat rekomendasi dari pemerintah, seperti BBI. Benih baik bisa berasal dari hasil rekayasa genetika seperti lele sangkuriang, proses seleksi, proses persilangan dan sebagainya. Ciri-ciri benih yang berkualitas yaitu tubuhnya tidak cacat/luka, posisinya tidak menggantung (posisi mulut di atas), aktif bergerak dan pertumbuhannya seragam.
b) Kualitas pakan
Pakan yang diberikan harus tepat dan dalam jumlah yang mencukupi. Yang dimaksud tepat dalam hal ini adalah tepat ukuran, nilai nutrisi, keseragaman ukuran dan kualitas. Pada umumnya pakan yang digunakan berasal dari produksi pabrik. Pakan yang diberikan berupa pelet, dengan dosis 3–5 persen dari bobot tubuhnya perhari. Pemberian pakan dua kali sehari, yaitu pagi dan sore hari. Pakan diberikan dengan cara ditebarkan secara merata dengan harapan setiap individu akan mendapatkannya. Selain pelet, sebagai makanan tambahan diberikan limbah burung puyuh yang terlebih dahulu dicabuti bulu-bulunya. Pemberian makanan tambahan ini memang bisa menghemat biaya, tapi sebagai konsekuensinya adalah dapat membawa bibit penyakit.
c) Kualitas air
Air yang digunakan untuk usaha pembesaran harus memenuhi syarat, dalam arti kandungan kimia dan fi sika harus layak. Bebas dari pencemaran dan tersedia sepanjang waktu. Sumber air yang digunakan oleh pembudidaya setempat berasal dari sungai dan sumur. Sistem pembagian air secara pararel, artinya masing-masing kolam tidak saling berhubungan. Dengan sistem ini, maka kemungkinan untuk tertulari penyakit antara satu kolam dengan lainnya dapat terhindari.
       Pemilihan lokasi yang tepat untuk budidaya pembesaran ikan lele merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan ternak ikan lele secara menguntungkan, meskipun sebenarnya tidak ada persyaratan yang rumit dalam pemilihan lokasi budidaya pembesaran ikan ini. Hal ini karena secara umum ikan lele termasuk ikan yang bisa hidup di sembarang tempat. Meskipun demikian dalam budidayanya pemilihan lokasi yang tepat harus diperhatikan.
Syarat-syarat lokasi yang tepat harus dipenuhi agar proses budidaya pembesaran ikan lele dapat berlangsung dan berproduksi adalah sebagai berikut:
a. Lokasi yang cocok untuk ikan lele cepat tumbuh adalah lokasi yang memiliki ketinggihan 10-400 m di atas permukaan laut (dpl). Ikan lele akan lambat tumbuh jika dibudidayakan di lokasi yang memiliki ketinggihan di atas 800 m dpl.
b.  Faktor lain adalah tekstur dan struktur tanah. Tanah merupakan faktor mutlak dalam pembuatan kolam budidaya. Tanah yang baik akan menghasilkan kolam kokoh, terutama bagian pematang atau tanggul. Pematang yang kokoh dapat menahan tekanan air. Dengan kata lain kolam tidak mudah jebol dan dapat menahan air. Salah satu jenis tanah yang baik untuk kolam adalah tanah liat atau lempung berpasir dengan perbandingan 2 : 3. Tanah dengan struktur seperti ini mudah dibentuk dan tidak pecah. Namun, jika kolam pemeliharaan ikan lele ditembok atau dibeton, maka tanah tidak lagi menjadi faktor utama.
c. Di lokasi tersebut tersedia air dalam kualitas dan kuantitas yang mencukupi. Walaupun ikan lele dapat hidup dalam air yang keruh, kualitas air sangat mengdukung pertumbuhan ikan lele. Oleh karena itu, air yang digunakan untuk kolam budidaya harus banyak mengandung mineral, zat hara, serta tidak tercemar oleh racun atau limbah-limbah rumah tangga dan industri. Air yang baik untuk pertumbuhan ikan lele adalah air bersih yang berasal dari sungai, air hujan dan air sumur. Kualitas air yang baik untuk budidaya pembesaran ikan lele haruslah memenuhi syarat variabel-variabel fisika, kimia dan biologi yang baik, meliputi kejernihan air serta berbagai kandungan mineral di dalamnya.
       Berdasarkan kriteria tempat pembesaran ikan lele di atas, kami mencoba menemukan tempat yang tepat untuk dibuat kolam pembesaran ikan lele. Dengan keterbatasan lahan, kami bernegosiasi dengan pemilik kolam ikan yang sudah tidak dipakai lagi untuk kami sewa dengan pola berbagi hasil. Kolam berukuran  9 meter persegi dengan kedalaman 1 meter bisa kami jadikan langkah awal dalam berwirausaha. Bagi hasil yang disepakati dengan pemilik kolam adalah 40%:60% dari pendapatan bersih. 40 % untuk pemilik kolam sedangkan 60 % untuk pengguna.
D. Pangsa pasar ikan lele
       Permintaan global terhadap ikan dan produk perikanan lainnya dalam sepuluh tahun terakhir meningkat, terutama setelah munculnya wabah penyakit sapi gila, flu burung, serta penyakit kuku dan mulut. Disamping itu, sekarang ini sedang  terjadi perubahan kecenderungan konsumsi dunia dari protein hewani ke protein ikan. Komoditi perikanan merupakan komoditi ekspor dimana kebutuhan ikan dunia meningkat rata-rata 5 persen per tahun. Kebutuhan ikan dunia pada tahun 1999 berjumlah 126 juta ton per tahun dengan kenaikan rata-rata 2,8 juta ton per tahun. Tujuh puluh persen nilai tersebut dikonsumsi untuk pangan. Dalam tahun 2004, kebutuhan ikan dunia sudah mencapai 140 juta ton. Lebih lanjut, diketahui bahwa kebutuhan ikan segar dunia naik mencapai 45 persen (FAO). Dari jumlah
tersebut, market share Indonesia hanya 3,57 persen (Bank Indonesia).
       Nilai ekonomi usaha perikanan termasuk industri bioteknologi kelautan dan perairan tawar diperkirakan sebesar 82 milyar dolar AS per tahun. Nilai ekonomi sebesar ini hanya dihasilkan dari aktivitas usaha produksi dan pengolahan (pasca panen) hasil perikanan. Padahal kenyataannya kedua aktivitas usaha perikanan tersebut mampu membangkitkan begitu banyak multiplier effects ekonomi berupa industri penunjang usaha perikanan (seperti jaring, mesin kapal, kincir air tambak, pabrik pakan ikan, pabrik es, dan cold storage), jasa transportasi, perhotelan, bank, dan lain sebagainya.
       Ikan – ikan yang dipanen dapat dipasarkan di pasar – pasar lokal atau dengan memanfaatkan sistem klaster industri budidaya perikanan. Klaster merupakan strategi pengembangan wilayah dengan memanfaatkan potensi ekonomi. Klaster adalah hubungan antar satu jenis kegiatan ekonomi, mulai dari kegiatan produksi primer, pengepul, pengolah setengah jadi atau jadi (industri menengah, besar), pedagang, dan eksportir.
       Dengan memanfaatkan klaster, peternak ikan dapat meningkatkan pendapatan dengan bentuk kerja sama dengan beberapa industri makanan, pusat perdagangan, dan pusat wisata. Peternak bertindak sebagai pemasok bahan baku ikan Lele yang dapat berkembang hingga luar daerah. Pengolahan Produksi hasil budidaya Ikan Lele dalam Agroindustri merupakan salah satu bentuk pengembangan pengolahan ikan Lele. Dengan jumlah produksi panen ikan yang melimpah bukan tidak mungkin ada komoditas yang tidak laku dipasaran dan lama – lama membusuk.
Untuk mengantisipasi hasl tersebut, peternak Ikan Lele dapat mengirimkan hasil produksi budidaya ikan lele kepada berbagai agroindustri dengan output produksi makanan jadi berupa makanan utama (lauk), ikan kaleng, ataupun makanan ringan (snack).
       Bukan hanya untuk skala IRT, skala menengah, hingga besar akan menghasilkan keuntungan dan output lebih banyak dan pendistribusi lebih luas. Masyarakat juga dapat membuat usaha tersendiri seperti UMKM desa untuk membuat produk khas daerah dan meningkatkan perekonomian masyarakat.        Banyaknya hasil industri pengolahan ikan ini, membuktikan produksi ikan dapat lebih dioptimalkan untuk peningkatan pendapatan. Pengolahan ikan Lele di bidang industri seperti produksi Abon Lele, bakso, ikan asap, dll.
E. Cash in
       Dari lahan yang tersedia, kami memperkiraan penghasilan yang akan diperoleh dapat digambarkan sebagai berikut:
Kebutuhan modal
No
Bahan dan alat
Satuan
Volume
Harga (Rp)
Total (Rp)
1
Bibit ukuran 3-4 cm
ekor
2000
120,-
   240.000,00
2
Pakan pelet
sak
6
285.000,-
1.710.000,00

Jumlah



1.950.000,00

Perkiraan penghasilan
No
Barang
Satuan
Volume
Harga (Rp)
Total (Rp)
1
Lele hidup
Kg
180
14.000,-
2.520.000,00

Jumlah



2.520.000,00


Dengan demikian penghasilan yang diperoleh adalah Rp. 2.520.000,00 – Rp. 1.950.000,00 sebesar Rp 430.000,00 per panen  (3,5 bulan). Apabila usaha berjalan dengan baik dan lancar, maka dalam waktu satu tahun akan mendapatkan hasil Rp 430.000,00 x 3 kali = Rp 1.920.000,00. Sesuai kesepakatan dengan pemilik kolam dengan perbandingan bagi hasil 40 % : 60 % didapatkan pembagian bagi hasil untuk pemilik kolam 40 % x Rp. 1.920.000,00 = Rp 516.000,00 dan untuk pengguna kolam 60 % x Rp. 1.920.000,00 = Rp. 774.000,00.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MTsN 1 Klaten Di Jeblog mengadakan Asesment berbasis ANDROID

  Kesekian kalinya MTsN 1 Klaten Di Jeblog melaksanakan Asesment Akhir Semester (ASAS) Gasal tahun pelajaran 2025/2026 berbasis Android. Sebanyak 77 siswa telah siap mengikutinya. Untuk menghadapi pelaksanaan ASAS para siswa sudah diberikan pengarahan bagaimana cara menggunakan Android untuk mengerjakan soal soal Asesment. Pengarahan dilakukan untuk memberikan  penjelasan langkah langkah mengerjakan soal soal Asesmen, juga dimaksudkan memberikan pembelajaran kepada siswa bahwa Android bisa difungsikan untuk hal hal yang bermanfaat dan positif. Asesment akan dilaksanakan selama satu pekan mulai tanggal 24 Nopember sampai dengan 29 Nopember. Para siswa akan dihadapkan dengan soal soal untuk mengukur kemampuan siswa dalam memahami pembelajaran selama satu semester. Selain digunakan sebagai pengukur kemampuan siswa juga digunakan untuk memperbaiki kekurangan kekurangan guru dalam memberikan pembelajaran selama satu semester. Maka kejujuran para siswa dalam mengerjakan soal soal as...

MTsN 1 KLATEN DI JEBLOG mengadakan Parenting

  Parenting atau parental meeting adalah pertemuan antara orang tua dan guru mensinergikan dalam membimbing dan mendidik anak. Bersekolah bukan hanya menerima pelajaran akan tetapi juga menerima bimbingan. Maka diperlukan kerjasama bahu membahu antara orang tua dan guru. Pada kesempatan ini, MTsN Jeblog mengundang motivator dan juga merupakan Guru MTsN Jeblog Sugeng Narwanto, S.Pd.,CH., CHt., C.STMI. Dalam sambutannya, Muhammad Amirudin, S.Ag.,M.Pd. selaku penanggung jawab kegiatan menyampaikan bahwa dalam membimbing dan mendidik anak itu harus dengan ilmu. Kesuksesan akan terwujud dengan ilmu. Jika ingin bahagia di dunia dan di akherat maka baginya Ilmu. Demikian juga yang disampaikan bapak Agus Suyatno selaku ketua komite, dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa sikap tegas guru dibutuhkan dalam membimbing anak. Kegiatan berjalan dengan penuh semangat, peserta kegiatan antusias mengikutinya hingga selesai.

MTsN 1 Klaten Di JEBLOG Melatih Keterampilan Siswa Bersama SMK

  Membekali anak dengan keterampilan sangat penting dilakukan sejak dini. Mereka nantinya akan berhadapan dengan tanggung jawab dalam menghidupi dirinya dan keluarganya. Maka dibutuhkanlah keterampilan. MTsN 1 Klaten di Jeblog bersama-sama SMK Muhammadiyah Delanggu membekali keterampilan di bidang otomotif, farmasi, dan multimedia.