Langsung ke konten utama

KEWIRAUSAHAAN DARI PERSPEKTIF EKONOMI DAN PELUANG USAHA





BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
       Kita dan setiap orang masing-masing pasti ingin mendapatkan pekerjaan yang layak. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa kesempatan kerja saat ini sangat terbatas dan tidak berbanding lurus dengan lulusan lembaga pendidikan. Oleh sebab itu semua pihak harus terus berpikir dan mewujudkan karya nyata dalam mengatasi kesenjangan antara lapangan kerja dengan lulusan institusi pendidikan. Hal ini disebabkan karena rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia. Tanggungjawab pendidikan merupakan tanggung jawab bersama tidak hanya tanggung jawab guru sebagai pendidik. Pemerintah mempunyai andil yang besar dalam upaya peningkatan mutu (Rohmat, 2016: 2).
       Bahwasannya telah ada pada diri Rasulullah SAW manajemen kepemimpinan kewirausahaan yang baik. Bahkan saat ini dan proyeksi ke depan melandasinnadanya peluang kepemimpinan berkompetensi kewirausahaan, kepemimpinan kontemporer, kewirausahaan penguat pengembangan kewirausahaan, terbukanya untuk melakukan praktek manajemen kepemimpinan kewirausahaan, dan berkembangnya manajemen kepemimpinan kewirausahaan transformatif (Rohmat, 2015). Pemaparan Rohmat mengandung pengertian bahwa Rasulullah merupakan suri tauladan disegala bidang kehidupan. Bukan hanya pada dataran teori, akan tetapi praktis berjalan dan terlaksana dalam kehidupan Rasulullah SAW sehari-hari.
       Di era global sekarang ini keadaan ekonomi di Indonesia memang sangat memprihatinkan, namun kita tidak boleh menyerah pada keadaan sekarang ini yang serba sulit kita harus berusaha, kreatif, inovatif dan berani mengambil suatu keputusan serta resiko untuk menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Kita tidak harus bergantung pada orang lain. Untuk mendapatkan suatu pekerjaan kita harus berusaha semaksimal mungkin. Dengan kita berwirausaha kita bisa belajar mandiri dan bisa memaknai arti penting kehidupan secara tidak langsung kita sudah membantu banyak orang. Bisnis adalah sebuah pembelajaran, dimana dibutuhkan analisa yang sangat dalam tentang prospek dan kelayakan dalam usaha itu. Oleh karena itu, bisnis itu harus dimulai sejak dini sehingga kita memiliki banyak waktu untuk dapat berpikir dan mengolah otak demi kesuksesan usaha tersebut.
       Kewirausahaan (Entrepreneurship) adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian. Wirausaha secara historis sudah dikenal sejak diperkenalkan oleh Richard Castillon pada tahun 1755.
       Beberapa istilah wirausaha seperti di Belanda dikenadengan ondernemer, di Jerman dikenal dengan unternehmer. Pendidikan kewirausahaan mulai dirintis sejak 1950-an di beberapa negara seperti Eropa, Amerika, dan Kanada. Bahkan sejak 1970-an banyak universitas yang mengajarkan kewirausahaan atau manajemen usaha kecil. Pada tahun 1980-an, hampir 500 sekolah di Amerika Serikat memberikan pendidikan kewirausahaan. Di Indonesia, kewirausahaan dipelajari baru terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja. Sejalan dengan perkembangan dan tantangan seperti adanya krisis ekonomi, pemahaman kewirausahaan baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan-pelatihan di segala lapisan masyarakat kewirausahaan menjadi berkembang.
          Orang yang melakukan kegiatan kewirausahaan disebut wirausahawan. Muncul pertanyaan mengapa seorang wirausahawan (entrepreneur) mempunyai cara berpikir yang berbeda dari manusia pada umumnya. Mereka mempunyai motivasi, panggilan jiwa, persepsi dan emosi yang sangat terkait dengan nilai nilai, sikap dan perilaku sebagai manusia unggul. Maka penting untuk dibahas dengan makalah ini berjudul Kewirausahaan Dari Perspektif Ekonomi.
B. Rumusan Masalah
       Setelah melakukan uraian pada latar belakang permasalahan, dapat dirumuskan permasalahannya sebagai berikut:
1.  Bagaimanakah pengertian dan hakekat kewirausahaan itu ?
2.  Bagaimanakah kewirausahaan dari perspektif ekonomi?
3.  Bagaimanakah kewirausahaan dari perspektif peluang usaha ?
C. Tujuan
       Tujuan yang dicapai dalam makalah ini sebagai berikut :
1.  Untuk menganalisa pengertian dan hakekat kewirausahaan
2.  Untuk menganalisa kewirausahaan dari perspektif ekonomi
3.  Untuk menganalisa kewirausahaan dari perspektif peluang usaha

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Dan Hakekat Kewirausahaan
1.  Pengertian Kewirausahaan
      Kewirausahaan berasal dari istilah entrepreneurship, sedangkan wirausaha berasal dari kata entrepreneur. Kata entrepreneur, secara tertulis digunakan pertama kali oleh Savary pada tahun 1723 dalam bukunya "Kamus Dagang'. Entrepreneur adalah orang yang membeli barang dengan harga pasti, meskipun orang itu belum mengetahui berapa harga barang (atau guna ekonomi) itu akan dijual. Menurut Rohmat (2015: 12), entrepreneurship adalah jiwa kewirausahaan dibangun untuk menjembatani antara ilmu dengan kemampuan pasar, meliputi pembentukan perusahaan baru, aktivitas kewirausahaan berkemampuan manajerial dibutuhkan oleh seorang enterpreneur.
      Wirausaha adalah seorang pembuat keputusan yang membantu terbentuknya sistem ekonomi perusahaan yang bebas. Sebagaian besar pendorong perubahan, inovasi, dan kemajuan di perkonomian kita akan datang dari para wirausaha; orang-orang yang memiliki kemampuan untuk mengambil reasiko dan mempercepat pertumbuhan ekonomi (Justin G. Longenecker, et.all, 20011: 4).
      Kewirausahaan yang dibahasaindonesiakan berkewirausahaan sampai saat ini belum ada definisi yang telah disepakati bersama diantara para ahli. Hal ini dapat disimak dari adanya perbedaan beberapa definisi antara satu ahli dengan ahli lainnya.
      Menurut John J.Kao berkewirausahaan adalah usaha untuk menciptakan nilai melalui pengenalan kesempatan bisnis, menejemen pengambilan resiko yang tepat, dan melalui keterampilan komunikasi untuk memobilisasi seseorang, manusia,  uang dan bahan-bahan baku atau sumberdaya lain yang diperlukan untuk lain yang diperlukan untuk menghasilkan proyek supaya terlaksana dengan baik.
      Menurut Robert D.Hisrich, berkewirausahaan adalah proses dinamis atau penciptaan tambahan kekayaan-kekayaan diciptakan oleh individu yang berani mengambil resiko utama dengan syarat-syarat kewajaran, waktu, dan komitmen karir atau penyediaan nilai untuk berbagai barang dan jasa produk dan jasa tersebut tidak atau mungkin baru atau unik, tetapi nilai tersebut bagaimanapun juga harus dipompa oleh usahawan dengan penerimaan dan penempatan kebutuhan, keterampilan dan sumber-sumber daya.
      Pengertian kewirausahaan menurut intruksi presiden RI No.4 tahun 1995; “Kewirausahaan adalah semangat, sikap, prilaku, dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaca mencari, menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yangh lebih baik dan memperoleh keuntungan yang lebih besar.
      Jadi, dari pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa berkewirausahaan adalah hal-hal atau upaya-upaya yang berkaitan dengan penciptaan kegiatan atau usaha atau aktivitas bisnis atas dasar kemauannya sendiri dan mendirikan usaha atau bisnis dengan kemauan dan kemampuan sendiri.
      Banyak orang yang memberi pengertian entrepreneur dan entrepreneurship, di antaranya sebagai berikut; (1) ada yang mengartikan sebagai orang yang menanggung risiko, (2) ada yang mengartikan sebagai orang yang memobilisasi dan mengalokasikan modal, (3) ada yang mengartikan sebagai orang yang menciptakan barang baru, (4) ada yang mengartikan sebagai orang yang mengurus perusahaan.
      Beberapa pengertian kewirausahaan dan wirausaha lainnya adalah sebagai berikut; (1) kewirausahaan adalah mental dan sikap jiwa yang selalu aktif berusaha meningkatkan hasil karyanya dalam arti meningkatkan penghasilan, (2) kewirausahaan adalah suatu proses seseorang guna mengejar peluang-peluang memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui inovasi, tanpa memperhatikan sumber daya yang mereka kendalikan (Robin, 1996), (3) kewirausahaan adalah proses dinamis untuk menciptakan tambahan kemakmuran, (4) kewirausahaan adalah proses menciptakan sesuatu yang lain dengan menggunakan waktu dan kegiatan disertai modal jasa dan risiko, serta menerima balas jasa, kepuasan, dan kebebasan pribadi, (5) dalam lampiran Instruksi Presiden Nomor 4 tahun 1995, tentang Gerakan Nasional.
      Memasyarakatkan dan membudayakan kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku, dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan keuntungan yang lebih besar.
Sedangkan yang dimaksud dengan wirausaha adalah sebagai berikut:
1.  Wirausaha adalah mereka yang berhasil mendapatkan perbaikan pribadi, keluarga, masyarakat, dan bangsanya.
2.  Wirausaha adalah seorang pakar tentang dirinya sendiri.
3.  Wirausaha adalah orang yang mendobrak sistem ekonomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru dengan menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolah bahan baku baru.
4.  Wirausaha adalah orang yang berani memaksa diri untuk menjadi pelayan bagi orang lain.
5.  Pandangan menurut seorang businessman, wirausaha adalah ancaman, pesaing baru atau juga bisa seorang partner, pemasok, konsumen, atau seorang yang bisa diajak kerja sama.
6.  Pandangan menurut seorang pemodal, wirausaha adalah seorang yang menciptakan kesejahteraan buat orang lain yang menemukan cara-cara baru untuk menggunakan resources, mengurangi pemborosan, dan membuka lapangan kerja yang disenangi oleh masyarakat.
7.  Pandangan menurut seorang ekonom, wirausaha adalah seseorang atau sekelompok orang yang mengorganisir faktor-faktor produksi, alam, tenaga, modal, dan skill untuk tujuan berproduksi.
8.  Pandangan menurut seorang psychologis, wirausaha adalah seorang yang memiliki dorongan kekuatan dari dalam untuk memperoleh sesuatu tujuan, suka mengadakan eksperimen atau untuk menampilkan kebebasan dirinya di luar kekuasaan orang lain.
      Penjelasan materi di atas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa wirausaha itu adalah orangorang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber-sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan dan tindakan yang tepat guna dalam memastikan kesuksesan.
      Siapa saja yang dapat digolongkan menjadi wirausaha itu? Menurut J.A. Schiunpeter; yang dapat digolongkan sebagai seorang wirausaha adalah seorang inovator, sebagai individu yang mempunyai kenalurian untuk melihat benda materi sedemikian rupa yang kemudian terbukti benar mempunyai semangat, kemampuan, dan pikiran untuk menaklukan cara berpikir lamban dan malas.
      Pada zaman sekarang banyak para pemuda yang tertarik dan melirik profesi bisnis yang cukup menjanjikan masa depan yang cerah. Para remaja pada umumnya menyatakan sangat menyenangi kegiatan wirausaha dalam dunia bisnis.
      Untuk mengantisipasi pekerjaan bisnis, mereka harus mempersiapkan bekal berupa sikap mental dan menguasai beberapa keterampilan misalnya tata boga, tata busana, pemasaran, mengetik, komputer, internet, akuntansi, elektronika, rancang bangun, otomotif, perlistrikan, pertukangan, perbengkelan, dan sebagainya. Semakin banyak keterampilan yang diperoleh dan dikuasai para pemuda, semakin banyak pula peluang untuk menjadi wirausahawan.
      Ada beberapa sifat dasar dan kemampuan yang biasanya ada pada diri seorang wirausaha, di antaranya (1) wirausaha adalah seorang pencipta perusahaan, (2) wirausaha adalah seorang yang selalu melihat perbedaan, baik antar orang maupun antar fenomena kehidupan sebagai peluang dan kesulitan, (3) wirausaha adalah orang yang cenderung mudah jenuh terhadap segala kemampuan hidup.
2.  Hakekat Wirausaha
      Wirausaha adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk melihat dan menilai kesempatan dan kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat dan mengambil keuntungan dalam rangka meraih sukses.
      Kewirausahaan pada hakekatnya adalah sifat, ciri dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif. Sedangkan yang dimaksud dengan seorang wirausahawan adalah orang-orang yang memiliki kemampuan melihat dan menilai kesempatan - kesempatan bisnis; mengumpulkan sumber  daya - sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat, mengambil keuntungan serta memiliki sifat, watak dan kemauan untuk mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif dalam rangka meraih sukses atau meningkatkan pendapatan.
      Ada 6 hakekat penting kewirausahaan sebagai berikut ( Suryana,2003 : 13), yaitu; (1) kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis (Acmad Sanusi, 1994), (2) kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different) (Drucker, 1959), (3) kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (Zimmerer. 1996), (4) kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (start-up phase) dan perkembangan usaha (venture growth) (Soeharto Prawiro, 1997), (5) kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (creative), dan sesuatu yang berbeda (inovative) yang bermanfaat memberi nilai lebih, (6) kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber melalui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan, (7) menurut Zimmerer, Nilai tambah tersebut dapat diciptakan dengan cara mengembangkan teknologi baru, menemukan pengetahuan baru, menemukan cara baru untuk menghasilkan barang dan jasa yang baru yang lebih efisien, memperbaiki produk dan jasa yang sudah ada, dan menemukan cara baru untuk memberikan kepuasan kepada konsumen.
      Secara epismologis, sebenarnya kewirausahaan hakekatnya adalah suatu kemampuan dalam berfikir kreatif dan berperilaku inovatif yang dijadikan dasar, sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat dan kiat dalam menghadapi tantangan hidup. Seorang wirausahawan tidak hanya dapat berencana, berkata-kata tetapi juga berbuat merealisasikan rencana-rencana dalam pikirannya kedalam suatu tindakan yang berorentasi pada sukses. Maka dibutuhkan kreatifitas, pola pikir tentang sesuatu yang baru serta inovasi, yaitu tindakan dalam sesuatu yang baru. 
      Dari uraian di atas ciri-ciri kepribadian seorang wirausaha antara lain; (1) memiliki cita-cita dan kemudian berusaha mewujudkan cita-cita tersebut, (2) berani menanggung resiko, (3) mau dan suka bekerja keras, (4) memiliki semangat yang tinggi dan tidak mudah putus asa, (5) memiliki rasa percaya diri yang kuat, (6) memiliki keterampilan untuk memimpin orang lain, (7) memiliki daya kreativitas yang tinggi.
      Menurut Sukanto Tanoto, yang berkaitan dengan pandangan bisnis dan penggunaan sumber daya manusia, ada empat tipe wirausaha, yaitu; (1) kelompok wirausaha yang tidak memiliki bayangan dan cita-cita untuk menjadi besar. Bagi kelompok ini, sudah merasa cukup bila hasil bisnisnya dapat memenuhi kebutuhan keluarganya, (2) kelompok wirausaha yang gagal dalam bisnisnya, (3) kelompok usaha yang sukses semasa pemilik modal atau bisnis masih hidup, (4) kelompok wirausaha yang menyadari bahwa usahanya tidak dapat berkembang lebih jauh lagi, kalau tidak mengembangkan sumber daya manusianya.
B. Kewirausahaan Dari Perspektif Ekonomi
      Kewirausahaan dalam perspektif ekonomi dapat dijelaskan dari peluang usaha. Titik fokus pertama dalam kegiatan berwirausaha adalah apakah seseorang melihat peluang usaha di sekitarnya. Peluang usaha ini akan dibahas 3 hal yaitu; (1) dua perspektif besar peluang usaha yaitu Schumpeterian (1934) dan Kiznerian (1973), (2) tiga sumber utama peluang usaha yaitu perkembangan teknologi, perubahan kebijakan / politik, dan perubahan sosial/ demografi, (3) bentuk lain dari peluang usaha seperti organisasi baru, pasar baru, proses bisnis baru dll.     
       Peluang usaha merupakan situasi dimana orang memungkinkan menciptakan kerangka fikir baru dalam rangka menkreasi dan mengkombinasikan sumberdaya, ketika pengusaha merasa yakin terhadap keuntungan yang diperoleh (Shane, 2003). Perbedaan utama antara peluang kewirausahaan dengan situasi yang lain adalah dalam peluang usaha adalah orang mencari keuntungan yang membutuhkan suatu kerangka fikir yang baru dari pada sekedar mengoptimalkan kerangka fikir yang telah ada.
      Schumpeter (19340 percaya bahwa informasi baru merupakan suatu yang penting dalam menjelaskan eksistensi peluang usaha. Perubahan teknologi, tekanan politik, faktor-faktor lingkungan makro dan kecenderungan sosial dalam menciptakan informasi baru yang dapat digunakan pengusaha untuk mendapatkan dan mengkombinasikan kembali sumber daya dalam bentuk yang lebih bernilai. Kizner (1973) berpendapat bahwa peluang kewiarusahaan hanya membutuhkan cara baru untuk membuat inovasi berdasarkan informasi yang telah tersedia yaitu belief mengenai cara menggunakan sumber daya yang seefisien mungkin.
C. Kewirausahaan Dari Perspektif Peluang Usaha
       Rohmat (2016: 116) memaparkan kunci utama kegagalan dan kejayaan keusahawanan sangat bergantung kepada nilai-nilai murni yang dimiliki oleh seorang individu usahawan. Untuk berjaya dalam keusahawanan setiap individu perlu memiliki nilai jiwa usaha akan dapat memantapkan berdikari dalam meraih kejayaan keusahawanan. Dengan demikian, kesiapan menjadi usahawan setelah dapat mellakukan mencipta pekerjaan dengan nilai-nilai murni dalam membentuk jiwa wirausaha. Hal ini pada gilirannya dapat mencpta pekerjaannya sendiri bukan pencari pekerjaan. Jadi, peluang usaha akan dapat wujud dengan kekuatan kewirausahaan yang ada dalam diri usahawan melalui apresiasi nilai-nilai murni kewirausahaan.
       Selanjutnya Rohmat memaparkan bahwa berwirausaha akan dapat menyerap tenaga kerja. Akan tetapi yang terjadi saat ini adalah timpang antara kesempatan kerja dengan jumlah angkatan kerja yang membengkak setiap tahun. Perlu upaya serius dari dunia pendidian, terutama PT.  Hal ini untuk membekali mahasiswanya dengan pendidian kewirausahaan (Rohmat, 2016: 119).













BAB III
KESIMPULAN

Dari uraian-uraian pada pembahasan maka penulis menarik kesimpulan antara lain;
1.  Wirausaha adalah hal-hal atau upaya-upaya yang berkaitan dengan penciptaan kegiatan atau usaha atau aktivitas bisnis atas dasar kemauannya sendiri dan mendirikan usaha atau bisnis dengan kemauan dan kemampuan sendiri.
2.  Hakekat kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis.
3.  Kewirausahaan dalam perspektif ekonomi adalah kemampuan seseorang melihat peluang usaha di lingkungan sekitarnya.
4.  Kewirausahaan dalam perspektif peluang usaha adalah jiwa usaha akan dapat memantapkan berdikari dalam meraih kejayaan keusahawanan.









DAFTAR PUSTAKA

Justin G. Longenecker, & dkk.2001. Kewirausahaan Manajemen Usaha Kecil Buku I.Jakarta: Salemba Empat.
Leonardus Saiman.2009. Kewirausahaan Teori, Praktek, dan Kasus-kasus. Jakarta: Salemba Empat.
Rohmat (2015), Manajemen Kepemimpinan Kewirausahaan, Yogyakarta : Cipta Media Aksara.
Rohmat (2016), Terapan Teoritik Pembelajaran Kewirausahaan Mencapai Kejayaan, Yogyakarta : Logung Pustaka.
Rohmat (2015), Nilai-Nilai Moral Kewirausahaan Membangun Bangsa Berkarakter, Yogyakarta: Gerbang Media Aksara.
Rohmat ( 2016), Membangun Bangsa Berwawasan Kewirausahaan, Yogyakarta: Gerbang Media Aksara.

http://pusdiklathut.org/baktirimbawan/kewirausahaan/sikap_wirausaha.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MTsN 1 Klaten Di Jeblog mengadakan Asesment berbasis ANDROID

  Kesekian kalinya MTsN 1 Klaten Di Jeblog melaksanakan Asesment Akhir Semester (ASAS) Gasal tahun pelajaran 2025/2026 berbasis Android. Sebanyak 77 siswa telah siap mengikutinya. Untuk menghadapi pelaksanaan ASAS para siswa sudah diberikan pengarahan bagaimana cara menggunakan Android untuk mengerjakan soal soal Asesment. Pengarahan dilakukan untuk memberikan  penjelasan langkah langkah mengerjakan soal soal Asesmen, juga dimaksudkan memberikan pembelajaran kepada siswa bahwa Android bisa difungsikan untuk hal hal yang bermanfaat dan positif. Asesment akan dilaksanakan selama satu pekan mulai tanggal 24 Nopember sampai dengan 29 Nopember. Para siswa akan dihadapkan dengan soal soal untuk mengukur kemampuan siswa dalam memahami pembelajaran selama satu semester. Selain digunakan sebagai pengukur kemampuan siswa juga digunakan untuk memperbaiki kekurangan kekurangan guru dalam memberikan pembelajaran selama satu semester. Maka kejujuran para siswa dalam mengerjakan soal soal as...

MTsN 1 KLATEN DI JEBLOG mengadakan Parenting

  Parenting atau parental meeting adalah pertemuan antara orang tua dan guru mensinergikan dalam membimbing dan mendidik anak. Bersekolah bukan hanya menerima pelajaran akan tetapi juga menerima bimbingan. Maka diperlukan kerjasama bahu membahu antara orang tua dan guru. Pada kesempatan ini, MTsN Jeblog mengundang motivator dan juga merupakan Guru MTsN Jeblog Sugeng Narwanto, S.Pd.,CH., CHt., C.STMI. Dalam sambutannya, Muhammad Amirudin, S.Ag.,M.Pd. selaku penanggung jawab kegiatan menyampaikan bahwa dalam membimbing dan mendidik anak itu harus dengan ilmu. Kesuksesan akan terwujud dengan ilmu. Jika ingin bahagia di dunia dan di akherat maka baginya Ilmu. Demikian juga yang disampaikan bapak Agus Suyatno selaku ketua komite, dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa sikap tegas guru dibutuhkan dalam membimbing anak. Kegiatan berjalan dengan penuh semangat, peserta kegiatan antusias mengikutinya hingga selesai.

MTsN 1 Klaten Di JEBLOG Melatih Keterampilan Siswa Bersama SMK

  Membekali anak dengan keterampilan sangat penting dilakukan sejak dini. Mereka nantinya akan berhadapan dengan tanggung jawab dalam menghidupi dirinya dan keluarganya. Maka dibutuhkanlah keterampilan. MTsN 1 Klaten di Jeblog bersama-sama SMK Muhammadiyah Delanggu membekali keterampilan di bidang otomotif, farmasi, dan multimedia.