Langsung ke konten utama

RIYA MENGHAPUSKAN AMALAN

(Disarikan dari Buku Kuliah Akhlak Karya Prof.Yunahar Ilyas)


            Lawan dari ikhlas adalah riya. yaitu melakukan sesuatu bukan karena Allah,tapi karena ingin dipuji atau karena pamrih lainnya. Secara etimologis riya berasal dari kata ra-a,yara (melihat),ara-a,yuri-u (memperlihatkan). Misalkanya idz yuriikahumullahu fii manaamika qaliila, ingatlah tatkala Allah memperlihatkan mereka kepadamu di dalam mimpimu berjumlah sedikit...(QS. Al-Anfal 8:43). Jadi pada asalnya seorang yang riya adalah orang yang ingin memperlihatkan kepada orang lain kebaikan yang dilakukannya. Niatnya sudah bergeser,bukan lagi untuk mencari keridhoan Allah, tapi mengharpkan pujian orang lain.            Sifat riya’ adalah sifat orang-orang munafik. Allah berfirman: Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali”(QS. An-Nisaa’ 4:142)            Rasulullah SAW menamami riya dengan syirik kecil. Dan beliau paling mengkhawatirkan syirik kecil itu terjadi pada umatnya.  Sesungguhnya sesuatu yang paling aku takutkan terjadi pada kalian adalah syirik kecil”. Sahabat bertanya:”Apa syirik kecil itu ya Rasulullah?”Rasulullah menjawab:”Riya”  (HR.Ahmad)            Riya atau syirik kecil akan menghapus pahala amalan seseorang. Dalam sebuah hadits yang panjang Rasulullah SAW menggambarkan bahwa di akhirat nanti ada beberapa orang yang di cap oleh Allah SWT sebagai pendusta; ada yang mengaku berperang di jalan Allah hingga mati syahid, padahal ia berperang hanya ingin dikenal sebagai seorang pemberani; ada yang mengaku mempelajari ilmu pengetahuan, mengajarkannya dan membaca Al-Qur’an karena Allah, padahal dia hanya ingin dikenal sebagai orang ‘alim dan qari’; ada yang mengaku mendermakan hartanya untuk mencari ridha Allah, padahal dia hanya ingin disebut Dermawan. Amalan semua orang itu ditolak Allah dan mereka dimasukkan ke dalam neraka.
            Dalam sebuah hadits Qudsi Allah berfirman:  Akulah yang paling tidak memerlukan sekutu,barang siapa yang melakukan amalan yang menyekutukan Aku dengan yang lain, maka Aku belepas diri darinya, maka amalannya itu untuk sekutu itu”(Hadits Qudsi Riwayat Muslim)            Dalam surat Al-Baqarah ayat 264 dan 265 Allah SWT  membandingkan amalan karena riya dan amalan yang ikhlas mencari ridha Allah SWT semata mata dengan dua buah perumpamaan. Pertama, amalan sholeh seseorang diumpamakan dengan tanah yang dilekatkan kepada sebuah batu licin. Sedikit demi sedikit tanah itu melekat hingga menutupi seluruh batu. Lalu datang hujan lebat yang sebentar saja meluruhkan tanah-tanah yang melekat itu, sehingga batu kembali menjadi licin. Hujan lebat itulah perumpamaan riya.Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakitinya (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang diatasnya ada tanah,kemudian batu itu ditimpa hujan lebat,lalu menjadilah dia bersih (tidak bertambah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan;dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.”(QS. Al-Baqarah 2:264)Kedua, amalan shaleh yang dilakukan dengan ikhlas ibarat sebuah kebun terletak di dataran tinggi yang memang pada asalnya sudah subur, sehingga apabila disirami hujan lebat dia akan bertambah subur. Bahkan dengan hujan gerimis pun dia akan tetap subur.
  Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat,maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya,maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.”(QS.Al-Baqarah 2:265)            Seperti yang sudah  dikemukakan sebelumnya bahwa riya menyebabkan seseorang tidak tahan menghadapi tantangan dan hambatan dalam beramal. Dia akan cepat mundur dan patah semangat apabila ternyata tidak ada yang memujinya. Dia akan cepat kehabisan stamina;nafasnya tidak panjang dalam berjuang. Sebaliknya bila menerima pujian dan sanjungan dia akan cepat sombong dan lupa diri. Kedua-duanya jelas merugikannya. Berbeda dengan orang ikhlas,tidak terbuai dengan pujian dan tidak patah semangat dalam kritikan. Staminanya beramal dan berjuang kuat. Nafasnya panjang. Dan lebih dari itu dia diridhai oleh Allah SWT.            Dari uraian diatas jelaslah bagi kita bahwa dalam beramal dan berjuang riya akan menyebabkan seseorang tidak tahan menghadapi tantangan dan hambatan. Staminanya tidak kuat dan nafasnya tidak panjang. Dia akan cepat mundur dan patah semangat apabila ternyata tidak ada yang memujinya. Sebaliknya bila menerima pujian dan sanjungan dia akan cepat sombong dan lupa diri. Kedua-duanya jelas merugikannya. Berbeda dengan orang ikhlas,tidak terbuai dengan pujian dan tidak patah semangat dalam kritikan. Staminanya beramal dan berjuang kuat. Nafasnya panjang. Dan lebih dari itu dia diridhai oleh Allah SWT. (16.08.2017)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

MTsN 1 Klaten Di Jeblog mengadakan Asesment berbasis ANDROID

  Kesekian kalinya MTsN 1 Klaten Di Jeblog melaksanakan Asesment Akhir Semester (ASAS) Gasal tahun pelajaran 2025/2026 berbasis Android. Sebanyak 77 siswa telah siap mengikutinya. Untuk menghadapi pelaksanaan ASAS para siswa sudah diberikan pengarahan bagaimana cara menggunakan Android untuk mengerjakan soal soal Asesment. Pengarahan dilakukan untuk memberikan  penjelasan langkah langkah mengerjakan soal soal Asesmen, juga dimaksudkan memberikan pembelajaran kepada siswa bahwa Android bisa difungsikan untuk hal hal yang bermanfaat dan positif. Asesment akan dilaksanakan selama satu pekan mulai tanggal 24 Nopember sampai dengan 29 Nopember. Para siswa akan dihadapkan dengan soal soal untuk mengukur kemampuan siswa dalam memahami pembelajaran selama satu semester. Selain digunakan sebagai pengukur kemampuan siswa juga digunakan untuk memperbaiki kekurangan kekurangan guru dalam memberikan pembelajaran selama satu semester. Maka kejujuran para siswa dalam mengerjakan soal soal as...

MTsN 1 KLATEN DI JEBLOG mengadakan Parenting

  Parenting atau parental meeting adalah pertemuan antara orang tua dan guru mensinergikan dalam membimbing dan mendidik anak. Bersekolah bukan hanya menerima pelajaran akan tetapi juga menerima bimbingan. Maka diperlukan kerjasama bahu membahu antara orang tua dan guru. Pada kesempatan ini, MTsN Jeblog mengundang motivator dan juga merupakan Guru MTsN Jeblog Sugeng Narwanto, S.Pd.,CH., CHt., C.STMI. Dalam sambutannya, Muhammad Amirudin, S.Ag.,M.Pd. selaku penanggung jawab kegiatan menyampaikan bahwa dalam membimbing dan mendidik anak itu harus dengan ilmu. Kesuksesan akan terwujud dengan ilmu. Jika ingin bahagia di dunia dan di akherat maka baginya Ilmu. Demikian juga yang disampaikan bapak Agus Suyatno selaku ketua komite, dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa sikap tegas guru dibutuhkan dalam membimbing anak. Kegiatan berjalan dengan penuh semangat, peserta kegiatan antusias mengikutinya hingga selesai.

MTsN 1 Klaten Di JEBLOG Melatih Keterampilan Siswa Bersama SMK

  Membekali anak dengan keterampilan sangat penting dilakukan sejak dini. Mereka nantinya akan berhadapan dengan tanggung jawab dalam menghidupi dirinya dan keluarganya. Maka dibutuhkanlah keterampilan. MTsN 1 Klaten di Jeblog bersama-sama SMK Muhammadiyah Delanggu membekali keterampilan di bidang otomotif, farmasi, dan multimedia.